Rabu, 24 November 2010

Berwirausaha? takut

Berwirausaha? takut? kenapa?
Kata-kata ini paling sering saya dengar 2 tahun yang lalu. Waktu itu saya masih bekerja di sebuah perusahaan swasta nasional. Tiap hari bergelut dengan kerjaan yang itu-itu saja, bertemu dengan orang yang sama. Hal ini membuat saya merasa jenuh dengan rutinitas yang itu-itu saja. Ada keinginan yang besar untuk mencoba berusaha sendiri. Sebelum saya berani mengambil keputusan untuk mengambil langkah untuk "memajukan diri" alias mengundurkan diri dari perusahaan tersebut saya selalu berkonsultasi dengan teman dan atasan di kantor.

Jawaban yang saya terima selalu sama, " terserah, hidup ini adalah pilihan", " klo kerja sama orang tiap bulan kita punya pegangan pasti, sedangkan klo usaha sendiri kan ngga pasti", "ya klo usaha jalan, klo bangkrut gimana?". Hampir tiap hari kata-kata ini saya dengar.

Saya merasa buntu, otak terasa buntu dengan rutinitas yang "pasti". Otak ini tidak bisa menemukan ide-ide baru lagi. Setelah penantian sekian lama akhirnya saya menemukan komunitas Entrepreneur University ( EU ). Komunitas ini menjadi jalan keluar saya, karena semua kata-kata yang saya dengan dikantor berbading terbalik.
Hidup adalah pilihan, pilihlah yang terbaik sesuai dengan minatmu. Kalau kita kerja dengan orang, penghasilan pasti. Pasti 1juta, pasti 2 juta, sedangkan berwirausaha tidaklah pasti. Bulan ini 1 juta, bulan depan bisa 3 juta. Kalau usaha bangkrut gimana?. Kenapa ngga dibalik aja, kalau kaya gimana?

Akhirnya saya memutuskan diri untuk memajukan diri dan membuka usaha toko sepeda. Tanpa modal lagi? mau?. La..... usaha tanpa modal? bisa?. Kalau kita yakin, dan berani mencoba pasti bisa dan tidak ada yang tidak mungkin. Usaha saya ini sedang berjalan, dan bersiap menghadapi saringan 2 tahun. Tapi saya yakin pasti bisa dan tidak ada yang tidak mungkin.

Mau tau cerita buka toko tanpa modal. Nanti ya..........pasti saya tulis juga.
Jadi, masih takut "berwirausaha"?.

Sabtu, 20 November 2010

Promosi Murah

Ternyata banyak ide buat promosi usaha kita. Terkadang kita mikirnya terlalu rumit. Ujung-ujungnya pasti masalah biaya promosi yang besar dan belum tentu hasilnya sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. Apalagi usaha kita masih usaha kecil, skala rumah tangga, bisa-bisa lebih besar biaya promosi dari biaya buat usahanya.

Misalnya aja usaha kita laundry, lokasi masih di rumah. Target customer kita masih sekedar komplek perumahan. Pasti tidaklah efektif karena alasan ngga mau repot kita iklan di media masa. Udah keluar biaya besar, hasilnya ngga jelas. Setiap promosi yang kita lakukan haruslah kita uji kembali tingkat keberhasilannya.

Banyak cara promosi yang murah dan dengan tingkat keberhasilannya tinggi. Pada kasus laundry diatas, bisa kita pake selebaran. Buatlah seleberan denga kata-kata yang meberikan penawaran yang tak mungkin ditolak oleh pembacanya. Bukan seperti selebaran yang sering kita terima dilampu merah, belum dibaca e...e.....udah dilempar. Kata-kata yang menjual tersebut harus jelas terbaca dan menarik. Misalnya " CUCI GRATIS 1 SET BED COVER, TUNJUKAN SELEBARAN INI ". ini pasti akan sulit untuk ditolak, karena terkadang orang pada malas mencuci bed cover. Tentu saja ini adalah tawaran yang sulit untuk di tolak bukan?
Jangan lupa sertakan alamat yang jelas dan no telpon yang jelas. Usahakan nomor telpon yang tercantum adalah telpon rumah ataupun cdma. Terkadang jika kita cantumkan nomor Hp. orang agak malas untuk menghubungi.
"Bos, ntar orang pada datang cuman minta cuci gratisnya aja?". Belum tentu, paling tidak usaha anda mulai dikenal orang. Yang dulunya ngga ada yang tahu, sekarang bayak yang kenal. Sediakan juga jasa antar jemput, pasti akan lebih menjual. Tingga siapin mesin cucinya aja deh.... yang kan kecapen terima order.

Masih banyak ide-ide yang lain, yang pasti pengusaha itu harus kreatif dan berbuat diluar kebiasaan maka hasilnya akan luar biasa. Mungkin mau ada yang punya ide lain?. Silahkan dituliskan di comment ya.......

Indahnya Berbagi